BLANTERORBITv102

    Tradisi Mesuryak di Desa Bongan Tabanan: Keunikan dan Makna dalam Atraksi Wisata Bali

    Sunday, August 27, 2023
    Foto : bali.bisnis


    Banyak budaya dan tradisi warisan leluhur yang bisa kita saksikan di pulau Bali, menyuguhkan sesuatu hal unik dan berbeda, menjadikannya suatu hal yang patut dipelajari dan disaksikan dari dekat. Salah satu tradisi yang memukau adalah Mesuryak di desa Bongan Tabanan, warisan budaya yang menjadi sebuah peristiwa unik di pulau Dewata Bali, menjadikan desa Bongan di Kabupaten Tabanan ini menarik perhatian warga Bali dan wisatawan. Tradisi Mesuryak di Tabanan ini diadakan setiap 6 bulan sekali (210 hari dalam kalender Bali), tepatnya pada hari raya Kuningan atau 10 hari setelah Hari Raya Galungan.

    Selain itu, ada pula beragam Budaya dan tradisi unik yang terus berkembang hingga saat ini, seperti Mekotek di Munggu, Omed-omedan di Sesetan, Perang Pandan Tenganan, Gebug Ende Seraya, dan pemakaman mayat Trunyan, semuanya menghadirkan atraksi wisata yang menarik. Tradisi Mesuryak di dusun Bongan Gede, Tabanan, merupakan warisan turun-temurun yang diwariskan oleh leluhur dan terus berkembang serta dijaga dengan baik hingga sekarang. Mesuryak sendiri mengandung makna sorak dan teriakan. Oleh karena itu, Kabupaten Tabanan tak hanya menghadirkan tempat-tempat wisata dan rekreasi bagi para wisatawan, tetapi juga atraksi wisata berupa tradisi unik yang bisa dinikmati setiap 6 bulan sekali. Tradisi ini erat kaitannya dengan upacara keagamaan yang dilaksanakan oleh warga dalam rangkaian perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan, khususnya sebagai penghormatan kepada para leluhur.

    Apabila Anda merasa tertarik dan pada saat yang bersamaan ada rencana untuk berwisata di Bali serta mengunjungi Kabupaten Tabanan saat Hari Raya Kuningan, Anda bisa memasukkan agenda tour tersebut. Jika demikian, mintalah supir Anda untuk mengarahkan perjalanan menuju desa Bongan, tempat di mana Tradisi Mesuryak diadakan.

    Makna dari Tradisi Mesuryak di Desa Bongan Tabanan sangat dalam. Setiap budaya dan tradisi memiliki tujuan dan makna tertentu, agar tradisi tersebut terus dilakukan dari generasi ke generasi. Hal ini juga berlaku untuk Tradisi Mesuryak. Tujuan dan makna dari tradisi Mesuryak di Desa Bongan Tabanan adalah untuk memberikan bekal dan mengantar roh leluhur kembali ke alam nirwana dengan sukacita. Menurut kepercayaan Hindu, roh leluhur turun ke dunia saat Hari Raya Galungan dan kembali ke surga saat Hari Raya Kuningan. Oleh karena itu, warga desa Bongan memberikan persembahan berupa beras dan uang kepada roh leluhur, sebagai bagian dari tradisi Mesuryak.

    Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan perayaan, di mana warga melempar uang ke udara yang kemudian diperebutkan dengan sukacita. Tradisi ini dilakukan secara bergiliran dari rumah ke rumah, sehingga setiap warga memiliki kesempatan yang adil. Bagi mereka yang lebih mampu, mereka juga bisa memberikan bekal yang lebih besar. Semua ini dilakukan dengan sukarela dan tulus. Tradisi Mesuryak tidak hanya merupakan pengalaman bagi warga setempat, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang menarik bagi para pengunjung.

    Dalam atmosfer kegembiraan, warga dengan antusias menyaksikan dan mengikuti tradisi Mesuryak ini. Mereka saling bersaing dengan riang, bahkan ada yang menangkap hujan uang yang dilemparkan. Namun, nilai sebenarnya dari tradisi ini bukanlah tentang jumlah uang yang didapatkan, melainkan rasa kebahagiaan dan sukacita dalam memberikan bekal kepada leluhur agar mereka kembali ke alam surga dengan damai dan tenang. Tradisi Mesuryak menjadi momen untuk menghadirkan kebersamaan dan kedekatan di antara warga, serta memperlihatkan semangat yang menggelora dalam tradisi yang telah tertanam begitu kuat.
    (sumber : Website Resmi Desa Bongan)


    Author

    Tama Hardy